Senin, 20 Mei 2013

Ikan Siluk Merah Ditetapkan Sebagai Satwa Pesona Indonesia

ikan siluk merah
Ikan Siluk Merah atau  Ikan Arwana Merah(Arwana Super Red) atau Ikan Naga (Dragon Fish) yang dalam bahasa latinnya disebutSclerophages formosus ditetapkan sebagai Satwa Pesona Indonesia. Ikan Siluk Merah yang populer di kalangan penghobi ikan hias ini ditetapkan sebagai Satwa Pesona Nusantara melalui Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Binatang air tawar ini merupakan satu diantara tiga fauna maskot Nasional. Dua satwa yang lain adalah Komodo yang ditetapkan sebagai Satwa Nasional dan Elang Jawa sebagai Satwa Langka Indonesia.
Di alam bebas, Ikan Siluk Merah merupakan penghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Di habitatnya yang asli ini, Ikan yang disebut juga yang merupakan ikan asli Indonesia menunjukkan penurunan populasi yang pesat akibat penangkapan liar serta daya biaknya rendah, ikan ini termasuk yang terancam punah.
Oleh kalangan tertentu, ikan Siluk Merah dipercaya dapat membawa hoki, karenanya arwana jenis ini terus diburu dan memiliki harga jual yang tinggi. Sejak tahun 1975, arwana dilindungi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITIES). Menurut CITIES, ikan ini termasuk dalam kategori spesies langka. Ikan Siluk Merah juga terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN sejak tahun 2004.
Di Indonesia perlindungan arwana diatur oleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No 716/kpts/ um/10/1980, SK Direktorat Jenderal PHPA Np.07/ kpts/DJ-VI/1988 dan Instruksi Direktorat Jenderal Perikanan No.IK-250/ D.4.2955/83K. Mulai tahun 1995, Arwana (Siluk Merah) yang boleh diperdagangkan hanya yang berasal dari budi daya dan merupakan generasi kedua, yakni yang berasal dari penangkaran.
Dengan izin khusus, Ikan Siluk Merah  (Sclerophages formosus) telah dikembangbiakkan di Pontianak dan bisa diperdagangkan secara legal. Syaratnya si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar